70 PAUD Dapat Bantuan

KALIANDA – Kabar gembira bagi para pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Lampung Selatan, karena pemerintah pusat melalui Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan akan memberikan bantuan untuk pengembangan sarana dan prasarana serta operasional bagi para guru teknis.

Untuk Lamsel, tercatat pada tahun 2009 jumlah PAUD yang akan diberikan bantuan yaitu berjumlah 70 PAUD yang terbagi dalam 35 Desa yang ada di 17 kecamatan wilayah Lamsel. Kabar ini disampaikan oleh Bupati Lampung Selatan Hi. Wendy Melfa, SH, MH saat membuka acara pembinaan pengurus PAUD di Lampung Selatan di Gedung Olah Raga, Kalianda.

Menurut Wendy, peningkatan kreatifitas terhadap anak usia dini tidak hanya dilakukan pada tingkatan level sekolah formal saja melainkan pada pendidikan informal seperti PAUD harus juga dilakukan. Untuk itu kita akan upayakan peningkatan kreatifitas anak dan peningkatan SDMnya dengan adanya pemberian bantuan terhadap pengelola PAUD ini,ujarnya.

Untuk diketahui pemberian bantuan terhadap PAUD ini akan dibagi kepada pengelola PAUD formal yang berjumlah 156 PAUD dan non Formal berjumlah 153 dengan nilai bantuan berjumlah masing-masing Rp. 90 juta.

Kepala Seksi PAUD, Sri Wahyuni mendampingi Kepala Dinas Pendidikan Lamsel, Junaidi Sudrajat SH mengatakan penyaluran bantuan bagi PAUD tersebut nantinya akan dibagi dalam 3 termin dengan tahap penyaluran tahap I sebesar 40 persen, tahap II 30 persen dan tahap III 30 persen.

Penyaluran ini akan diberikan secara bergulir setiap tahunnya hingga tahun 2010 mendatang. Untuk tahun ini dicairkan sebesar 40 persen dari nilai total bantuan yang akan diberikan yaitu Rp. 36 Juta. Sedangkan sisanya 60 persen akan diberikan pada tahun 2011,bebernya.

Sekretaris Himpaudi Lamsel ini menjelaskan pemberian bantuan bagi PAUD tersebut merupakan bantuan pinjaman lunak dari bank dunia yang dilakukan sharing bersama pemerintah kabupaten melalui APBD.

Ia berharap dengan adanya bantuan kepada PAUD tersebut diharapkan bisa memberikan stimulasi bagi pengembangan anak usia dini disekolah yaitu dengan melengkapi seluruh sarana dan prasarana PAUD. Bukan hanya itu, bagi para tutornya juga akan diberikan operasional penunjang kinerjanya bagi yang telah mengabdikan diri dalam pengelolaan PAUD.

Adanya bantuan ini bisa dijadikan pengelola untuk mengembangkan PAUD yang ada di desanya masing-masing sehingga target dalam peningkatan kreatifitas pendidikan terhadap anak usia dini dapat segera meningkat diwilayah Lamsel,terangnya.(Beny Candra)

Rumah Pintar Dibuka Untuk Ibu, Anak dan Masyarakat

KALIANDA – Guna menunjang mutu pendidikan ibu, anak dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan membangun rumah pintar melalui program Ibu Presiden RI, Ny. Ani Susilo Bambang Yudhoyono. Rumah pintar itu sendiri sudah berjalan sejak 3 bulan terakhir yang berlokasikan di tengah pusat kota Kalianda (Kantor Pemda Lamsel).

Menurut penanggung jawab lapangan rumah pintar, Zaeni Hamdan, Senin (19/1), rumah pintar yang berisikan fasilitas pendidikan tersebut dibuka bagi kalangan pelajar dan masyarakat umum.

Dikatakan, program rumah pintar tersebut untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memberikan penanaman nilai positif akan keaneka ragaman lingkungan sosial budaya dan membantu program pemerintah dalam pengembangan kualitas hidup masyarakat melalui baca tulis.

Rumah pintar ini terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar. Baik itu dari kalangan anak-anak usia dini usia 4-8 tahun, pelajar seusia 8-17 tahun dan para ibu rumah tangga, kata Zaeni yang menyebutkan rumah pintar seperti layaknya perpustakaan.

Layanan yang disediakan rumah pintar tersebut di antaranya, layanan anak dan remaja, pengembanga keahlian bagi remaja dan rapa ibu, perpustakaan, edukasi dan kesehatan. Sedangkan fasilitas yang disediakan adalah tenaga pengajar (tutor), buku-buku, komputer, audio, vidio, alat peragaan dan alat permainan dan panggung peraga seni.

Model pembelajarannya adalah sentra buku dan baca, permainan aktif, audio visual, komputer dan keterampilan tenun ikat inuh yang dibimbing langsung para tutor rumah pintar, paparnya.

Bagi kaum ibu yang membawa anaknya untuk belajar di rumah pintar, juga akan mendapatkan pendidikan dan keterampilan. Jadi tidak seperti PAUD, para ibu-ibu hanya melihat anak-anaknya belajar. Tapi di rumah pintar, ibu dan anak juga bisa belajar bersama, tuturnya.

Penanggung jawab sekaligus tutor rumah pintar ini mengatakan, rumah pintar mulai dibuka dari pagi sekitar pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB setiap hari Selasa sampai Sabtu. Rumah pintar ini adalah suatu sarana bangunan tempat melaksanakan program pendidikan bagi ibu, anak dan masyarakat melalui berbagai sumber pelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan lanjutan, pungkasnya. (Nyoman)

Percepat Peningkatan Mutu Pendidikan

KALIANDA – Bupati Lampung Selatan, Hi. Wendy Melfa, S.H., M.H., berencana melakukan percepatan peningkatan mutu pendidikan dasar (dikdas) yang digulirkan Unicef melalui program Mainstreaming Good In Basic Education (MGP-BE) di Kecamatan Sidomulyo, dan Palas. Sehingga program ini bisa berkesinambungan dan memberikan ketuk tular pada sekolah di 15 kecamatan lain di Lamsel tahun 2009 ini.

Hal ini ditegaskan Wendy saat menerima kunjungan tim MGP-BE di ruang kerjanya Selasa (20/1). Dalam kesempatan itu, orang nomor 1 di Lampung Selatan ini mengatakan, terpilihnya Lamsel dari 6 provinsi se-Indonesia sebagai barometer percepatan peningkatan pembelajaran program MGP-BE Unicef, selain Provinsi Riau, banten, Gorontalo, NTB, dan Maluku, tidak akan disia-siakan pemerintah kabupaten untuk meningkatkan pembelajaran pendidikan dasar 9 tahun tersebut ke sekolah lain.

Program MGP-BE Unicef yang didanai oleh masyarakat Uni Eropa ini akan berakhir Mei 2010 mendatang. Untuk itu, program yang dapat mempercepat mutu pembelajaran pendidikan dasar ini, akan kami ketuk tularkan ke sekolah lain mulai tahun ini,” katanya.

Tidak hanya itu, dalam waktu dekat bersama DPRD, dewan pendidikan, Bapedda, dan BKD, akan mengkaji dan merumuskan program terapan Unicef tersebut. Sedangkan, hasil temuan tim 12 tentang penempatan guru yang belum merata, sejumlah lokal sekolah SD/MI, SMP/MTs yang tidak layak akan dibahas sesuai kekuatan anggaran.

Kendati belum ada alokasi dana untuk meneruskan program MGP-BE yang dinilai cukup baik untuk percepatan mutu pendidikan, Wendy mengatakan akan menganggarkan pola pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM) bagi pendidikan dasar sembilan tahun tersebut ke dalam pos bantuan.

Ini langkah awal kami, untuk melakukan transfer pengetahuan ini kepada sekolah lainnya, yang tidak masuk dalam program MGP-BE Unicef, kata bupati lagi.

Di Lamsel sendiri sasaran program MGP-BE Unicef yaitu, Kecamatan Sidomulyo, dan Palas. Untuk kecamatan palas yang mendapat binaan Unicef, adalah 14 SD, 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 1 Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Sedangkan, untuk kecamatan Sidomulyo, 13 SD, 4 MI, 3 SMP, dan 1 MTs. Pada tahun 2008, Unicef menggelontorkan dana hibah sebesar Rp 902 juta. Setiap SD binaan mendapat dana hibah sebesar Rp15 juta, gugus Rp15 juta, SMP Rp20 juta, dan subrayon Rp25 juta.

Terpisah Ketua Dewan Pendidikan Lamsel, Drs. Hi. Munatsir Amin mengatakan, pragram MGP-BE Unicef yang bersifat PAKEM ini memotivasi cara pembelajaran pendidikan dasar 9 tahun di Kabupaten Lamsel yang selama ini kurang baik. Contohnya, pada Ujian Nasional (UN) tahun kemarin, Kabupaten Lamsel peringkat ke-10 dari 10 kota/kabupaten se-Provinsi Lampung.

Murid tidak lagi sebagai objek dalam program ini melainkan juga dijadikan subyek. Pola ini, murid cepat dapat merekam setiap pelaran dengan baik. Sehingga dapat meningkatkan angka kelulusan, katanya.

Program yang dicanangkan pula telah sesuai dengan tugas dan fungsi dewan pendidikan sebagai motivator, pengawas, dan memberikan pertimbangan untuk peningkatan mutu pendidikan, mempunyai tanggung jawab untuk membangun dunia pendidikan di Lamsel, agar lebih baik lagi.

Semua program tidak akan jalan. Jika tanpa anggaran. Untuk itu, kami minta pemda dapat merespon program MGP-BE Unicef ini agar diserap oleh sekolah lain, setelah Unicef mengakhiri programnya, harap Munatsir. (Beny Candra)

PIDATO INAUGURASI PRESIDEN BARACK OBAMA

21/01/2009

Rekan-rekan sebangsa dan setanah air:

President Obama giving his Inauguration Day speech, 20 January
President Obama giving his Inauguration Day speech, 20 January
Saya berdiri di sini hari ini terenyah oleh tugas di depan kita, berterima kasih atas kepercayaan yang anda berikan, dan teringat akan pengorbanan oleh leluhur kita. Saya berterima kasih kepada Presiden Bush atas jasanya pada bangsa kita, dan juga atas kemurahan hati dan kerja-sama yang ditunjukkannya pada masa transisi ini.

Sudah 44 warga Amerika yang diambil-sumpahnya sebagai presiden. Kata-kata dalam sumpah jabatan itu telah diucapkan dimasa kemakmuran dan dimasa damai. Namun, ada kalanya sumpah jabatan kepresidenan itu diambil ditengah-tengah situasi gawat dan badai yang berkecamuk. Pada saat-saat demikian, Amerika terus melaksanakan tugasnya bukan hanya karena ketrampilan atau visi mereka yang memegang jabatan tinggi, tetapi karena kita rakyat Amerika tetap setia pada cita-cita leluhur kita dan setia pada dokumen-dokumen para pendiri negara kita.

Demikianlah adanya, dan memang selalu demikianlah yang harus dilakukan oleh generasi orang Amerika yang sekarang ini.

Memang sudah dipahami bahwa kita sedang berada di tengah krisis. Bangsa kita kini sedang terlibat perang, melawan jaringan kekerasan dan kebencian yang jauh jangkauannya. Ekonomi kita sangat lemah, akibat ketamakan dan tindakan tidak bertanggung jawab oleh sebagian pihak, tetapi juga karena kegagalan kita secara kolektif untuk membuat pilihan-pilihan sulit, dan kegagalan kita mempersiapkan bangsa bagi abad baru. Banyak rumah yang disita, lapangan kerja berkurang tajam, bisnis gulung tikar. Asuransi kesehatan kita terlalu mahal, murid-murid sekolah kita banyak yang gagal, dan setiap hari terlihat bukti bahwa cara-cara kita menggunakan energi justru memperkuat musuh-musuh kita dan mengancam planet kita.

Semua itu merupakan indikator krisis, yang didasarkan pada data dan statistik. Yang kurang bisa diukur tetapi tidak kurang pentingnya adalah melemahnya keyakinan di seluruh pelosok Amerika – kekhawatiran terus-menerus bahwa kemerosotan Amerika tak terelakkan lagi, dan bahwa generasi berikutnya harus mengurangi harapannya.

Hari ini saya katakan kepada kalian bahwa tantangan-tantangan yang kita hadapi adalah nyata. Tantangan ini serius dan banyak. Tidak akan mudah diatasi dan tidak bisa diatasi dalam jangka pendek. Tetapi ketahuilah ini, Amerika, semua tantangan ini akan kita hadapi.

Hari ini, kita berkumpul karena kita lebih menyukai harapan daripada ketakutan, lebih suka pada kesatuan tujuan daripada konflik dan pertentangan.

Pada hari ini, kita berkumpul untuk menyatakan berakhirnya keluhan-keluhan kecil dan janji-janji palsu, saling-tuduh dan berbagai dogma lusuh, yang sudah terlalu lama mencekik politik kita.

Negara kita masih muda, dengan meminjam kata-kata dalam Kitab Suci, saatnya sudah tiba kita menepiskan sifat ke kanak-kanakan. Saatnya sudah tiba untuk menandaskan lagi semangat kita yang tegar, memilih jalan sejarah yang lebih baik, melanjutkan pemberian berharga, gagasan mulia yang diteruskan dari generasi ke generasi : yaitu janji yang diberikan Tuhan bahwa semua kita setara, kita semua bebas, dan semua layak memperoleh kesempatan untuk mengejar kebahagiaan sepenuhnya.

Dalam menandaskan kebesaran bangsa kita, kita memahami bahwa kebesaran tak pernah diberikan begitu saja. Mencapai kebesaran harus dengan kerja-keras. Perjalanan yang kita tempuh tak pernah mengambil jalan pintas. Perjalanan kita bukan bagi mereka yang tidak-tabah, bukan bagi mereka yang suka bermalas-malas daripada bekerja, atau bagi yang hanya mengejar kekayaan dan menjadi terkenal.

Perjalanan kita adalah bagi mereka yang berani mengambil risiko, mereka yang melakukan hal-hal baru dan membuat barang-barang baru. Sebagian mereka menjadi terkenal, tetapi acap kali laki-laki dan perempuan tak dikenal dalam pekerjaan mereka, yang telah mengusung kita di atas jalan berbatu-batu menuju kemakmuran dan kebebasan.

Demi kita, mereka mengepak harta-milik mereka yang tak seberapa dan menyeberangi samudera untuk mencari kehidupan baru.

Demi kita, mereka banting-tulang dengan upah minim dan menetap di Pantai Barat, menahankan pukulan cambuk dan mencangkul tanah-keras.

Demi kita, mereka bertempur dan mati, ditempat-tempat seperti Concord dan Gettysburg, Normandy dan Khe San.

Lelaki dan perempuan ini terus menerus berjuang dan berkorban dan bekerja hingga kulit tangan mereka mengelupas, agar kita bisa mengecap kehidupan yang lebih baik. Mereka melihat Amerika lebih besar dari jumlah ambisi kita secara perorangan, lebih besar daripada perbedaan status keluarga, atau kekayaan ataupun partai atau kelompok.

Perjalanan inilah yang kita teruskan hari ini. Kita masih merupakan negara paling makmur dan paling berpengaruh di Bumi. Para pekerja kita tidak kurang produktifnya dibandingkan dengan waktu ketika krisis ini dimulai. Otak kita masih se-inventif seperti pada awal krisis ini, barang dan jasa kita masih diperlukan. Kapasitas kita tetap tak berkurang. Tetapi masa kita untuk berdiam diri, melindungi kepentingan sempit dan menunda keputusan-keputusan yang tak menyenangkan, sudah harus berlalu. Mulai hari ini, kita harus bangkit sendiri, membersihkan debu yang menempel, dan mulai lagi bekerja memperbaharui Amerika.

Karena kemana saja kita melihat, ada yang harus kita lakukan. Keadaan ekonomi mengharuskan tindakan yang berani dan segera, dan kita akan bertindak- bukan hanya untuk menciptakan lapangan kerja baru, tetapi untuk meletakkan dasar bagi pertumbuhan. Kita akan membangun jalan dan jembatan, jaringan listrik dan jaringan digital yang menyuburkan perdagangan dan mengikat kita bersama. Kita akan memulihkan sains ke tempat yang selayaknya, dan menggunakan kehebatan teknologi untuk meningkatkan mutu perawatan kesehatan dan menurunkan biayanya. Kita akan memanfaatkan tenaga matahari, tenaga angin dan lainnya untuk menjalankan mobil-mobil dan pabrik-pabrik kita. Dan kita akan mengubah sekolah dan perguruan tinggi dan universitas untuk memenuhi tuntutan era baru. Semua ini bisa kita lakukan, Dan semua ini akan kita lakukan.

Tentu, ada orang yang meragukan skala ambisi kita – dengan mengatakan sistem ekonomi kita tidak bisa mentolerir terlalu banyak rencana besar. Daya ingat mereka tidak cukup jauh. Mereka telah melupakan apa yang dilakukan negara ini, apa yang bisa dicapai oleh laki-laki dan perempuan yang hidup bebas, apabila imajinasi digabung demi tujuan bersama, dan kebutuhan digabung dengan ketabahan.

Yang tidak dipahami oleh mereka yang sinis adalah tanah tempat mereka berpijak telah bergeser, bahwa argumen basi dalam politik yang telah begitu lama menghabiskan waktu kita – tidak lagi berlaku, Pertanyaan yang kita ajukan sekarang bukan apakah pemerintah kita terlalu besar atau terlalu kecil, tetapi apakah pemerintah kita bisa berjalan, apakah pemerintah bisa menolong para keluarga mencari pekerjaan dengan upah yang pantas, perawatan kesehatan yang terjangkau, dan pensiun yang berarti. Apabila jawabannya – ya, kita berniat untuk terus bergerak maju. Apabila jawabannya tidak, programnya akan dihentikan, Dan mereka yang mengatur uang rakyat akan dimintai pertanggung-jawabannya – supaya mengeluarkan uang secara bijaksana, mengubah kebiasaan buruk, dan melakukan bisnis kita dengan jujur – karena hanya dengan demikian kita bisa memulihkan kepercayaan penting antara rakyat dan pemerintah.

Kita juga tidak mempertanyakan apakah kekuatan pasar bebas itu baik atau buruk. Kekuatan pasar bisa membina kekayaan dan memperluas kebebasan kita. Tetapi krisis ini telah mengingatkan kita, bahwa tanpa pengawasan yang ketat, kekuatan pasar bebas itu bisa terlepas dari kontrol, dan suatu bangsa tidak bisa makmur untuk waktu lama apabila hanya mementingkan orang kaya. Keberhasilan ekonomi kita tidak hanya tergantung pada besarnya Produk Domestik Kotor, tapi seberapa jauh meluasnya kemakmuran itu. keberhasilan kita juga tergantung pada kemampuan kita memberikan kesempatan kepada tiap orang yang mau bekerja, dan bukan karena belas kasihan. Itulah jalan yang paling pasti guna mencapai kemakmuran bersama.

Tentang pertahanan : kita, kita menolak dan menganggap palsu pilihan antara keselamatan dan idaman atau cita-cita kita. Para Pendiri Negara ini, dihadapkan pada bahaya yang tak terbayangkan, menyusun sebuah piagam untuk menjamin supremasi hukum dan hak setiap orang, sebuah piagam yang diperkuat oleh perjuangan generasi demi generasi. Semua cita-cita ini masih menerangi dunia, dan kita tidak akan meninggalkannya demi penyelesaian segera. Karena itu, bagi semua orang dan pemerintahan yang menyaksikan pelantikan hari ini, mulai dari kota-kota yang termegah sampai ke desa kecil di mana ayah saya dilahirkan; tahu bahwa Amerika adalah sahabat setia negara dan sahabat setiap lelaki, setiap perempuan, dan setiap anak yang menghendaki masa depan yang damai dan bermartabat, dan bahwa kita siap untuk memimpin lagi.

Ingatlah bahwa generasi-generasi sebelumnya menundukkan fasisme dan komunisme bukan hanya dengan misil dan tank, tetapi dengan aliansi kokoh dan keyakinan besar. Mereka memahami bahwa kekuatan saja tidak bisa melindungi kita, dan bahwa kekuatan itu tidak memberi kita hak berbuat sekehendak hati kita. Sebaliknya mereka tahu bahwa kekuatan kita tumbuh melalui penggunaan yang bijaksana, keamanan kita berasal dari adilnya tujuan kita, kekuatan contoh yang kita berikan, dan kerendahan hati serta kesanggupan menahan diri.

Kita adalah penjaga warisan ini. Dibimbing oleh prinsip-prinsip ini, sekali lagi kita bisa menghadapi ancaman-ancaman baru itu yang menuntut upaya lebih besar –bahkan kerja-sama dan pemahaman lebih besar antar-negara. Kita akan mulai secara bertanggung jawab meninggalkan Irak kepada bangsa Irak, dan menempa perdamaian di Afghanistan. Bersama teman-teman lama dan bekas saingan kita, Amerika akan bekerja tanpa lelah untuk mengurangi ancaman nuklir, dan mengurangi bahaya pemanasan bumi. Kita tidak akan minta maaf atas cara kehidupan Amerika, tidak akan goyah dalam mempertahankannya, dan bagi mereka yang hendak mendorong tujuan mereka dengan terror dan pembantaian orang-orang tak bersalah, kami katakan kepada mereka, semangat kita lebih kuat dan tidak terpatahkan, kalian tidak akan unggul dari kami, dan kalian akan kami kalahkan.

Kami sadar bahwa warisan bangsa yang beraneka warna adalah kekuatan, dna bukannya kelemahan. Bangsa kitab terdiri dari orang Kristen dan Islam, orang Yahudi dan Hindu, dan bahkan orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan. Kita telah dibentuk oleh campuran berbagai bahasa dan kebudayaan, yang berasal dari segala pelosok dunia. Dan karena kitab telah merasakan pahitnya perang saudara dan segregasi rasial. Kita telah keluar dari masa kegelapan itu suatu bangsa yang lebih kuat dan lebih bersatu. Kita juta yakin bahwa pada suatu hari nanti semua rasa kebencian akan hilang, bahwa semua garis-garis pembatas antar suku bangsa akan luluh, dan bahwa dunia ini akan menjadi semakin kecil. Kerendahan hati kita akan tampak dengan sendirinya, dana Amerika harus memainkan perannya dalam menyongsong era perdamaian yang baru.

Bagi dunia Muslim, kami akan mencari cara baru ke depan berdasarkan pada kepentingan bersama dan saling menghormati. Bagi para pemimpin dunia yang berusaha menanam bibit konflik, atau menyalahkan dunia Barat atas kesulitan-kesulitan yang dialami masyarakatnya, ketahuilah bahwa rakyat anda akan menilai anda pada apa yang anda bangun, bukan pada apa yang anda musnahkan. Bagi mereka yang hendak menggenggam kekuasaan melalui korupsi dan kekejian dan membungkam orang yang tidak setuju pada kebijakan mereka, yakinlah bahwa kalian berada pada sisi yang keliru, tapi kami akan mengulurkan tangan jika kalian tidak lagi mengepalkan tinju.

Bagi rakyat negara-negara miskin, kami berjanji akan bekerja bersama kalian untuk membuat ladang kalian subur dan membuat air bersih mengalir, untuk memberi makan tubuh yang kelaparan, dan memenuhi kebutuhan mental. Dan kepada negara-negara seperti negara kita yang relatif menikmati kemakmuran, kita tidak bisa lagi bersikap tidak peduli pada kesengsaraan di luar perbatasan kita, dan kita tidak bisa menghabiskan sumber-sumber dunia tanpa mempedulikan dampaknya. Karena dunia sudah berubah, dan kita harus berubah dengannya.

Sambil kita mempertimbangkan jalan yang terbentang di depan kita, kita mengingat dengan rasa terima kasih orang-orang Amerika yang gagah berani, yang pada saat ini, berpatroli di gurun dan gunung yang sangat jauh. Ada sesuatu yang hendak mereka beri tahukan pada kita hari ini, seperti yang dibisikkan sepanjang masa oleh para pahlawan kita yang kini dimakamkan di Arlington. Kita menghormati mereka bukan hanya karena mereka menjaga kebebasan kita, tetapi karena mereka menunjukkan arti pengorbanan, kesediaan untuk mencari arti yang lebih besar dari diri mereka sendiri. Dan pada saat ini, saat yang akan tercatat dalam sejarah generasi – semangat inilah yang harus ada pada kita semua.

Sebanyak apapun yang bisa dan harus dilakukan pemerintah, pada akhirnya kepercayaan dan tekad rakyat Amerika-lah yang diandalkan negara ini. Misalnya kebaikan hati untuk menampung orang yang kena musibah walaupun tidak kita kenal, atau pekerja yang tanpa pamrih rela mengurangi jam kerja mereka daripada melihat seorang teman diPHK-kan, yang membuat kita keluar dari kegelapan. Adalah keberanian para pemadam kebakaran untuk menerobos masuk ke rumah yang penuh asap, dan juga kesediaan orang tua untuk membesarkan anak, yang kulak akan menentukan nasib kita.

Tantangan kita mungkin baru, Alat-alat yang kita gunakan untuk mengatasinya mungkin baru. Tetapi pada nilai-nilai itulah keberhasilan kita bergantung – yaitu kerja keras dan kejujuran, ketabahan dan berlaku secara adil, toleransi dan rasa ingin tahu, kesetiaan dan patriotisme – semua itu sudah lama ada. Semua itu memang benar. Semua itu telah menjadi kekuatan kemajuan sepanjang sejarah. Jadi yang dituntut sekarang adalah kembalinya kepada nilai-nilai ini. Apa yang diperlukan dari kita sekarang ini adalah era pertanggung-jawaban yang baru – suatu pengakuan, dari tiap orang Amerika, bahwa kita mempunyai kewajiban bagi diri kita sendiri, bagi negara kita dan bagi dunia, kewajiban yang kita lakukan dengan senang hati, bukan dengan bersungut-sungut, karena kita tahu tidak ada yang lebih memuaskan bagi jiwa kita, yang merupakan definisi karakter kita, daripada memberikan segalanya untuk menyelesaikan tugas yang sulit.

Inilah pengorbanan dan janji kewarganegaraan.

Inilah yang menjadi sumber keyakinan kita – pengetahuan bahwa Tuhan meminta kita untuk memperbaiki keadaan yang tidak pasti.

Inilah arti kebebasan dan kepercayaan kita– mengapa laki-laki dan perempuan dan anak-anak dari tiap ras dan tiap keyakinan bisa ikut dalam perayaan di lapangan yang indah ini, dan mengapa seorang lelaki yang ayahnya lebih 60-tahun lalu mungkin tidak dilayani di restoran, sekarang bisa berdiri di depan anda untuk diambil sumpahnya sebagai presiden.

Jadi marilah kita hari ini mengenang siapa kita dan sejauh mana jalan yang kita tempuh. Pada tahun kelahiran Amerika, pada bulan yang terdingin, sekelompok patriot berkumpul di depan api unggun yang mulai padam di bantaran sungai yang beku. Ibukota telah ditinggalkan, musuh terus maju, Salju tampak berlumuran darah. Pada saat itu, ketika nasib revolusi kita sangat diragukan, bapak bangsa kita memerintahkan supaya kalimat berikut dibacakan kepada semua orang Amerika:

“Perlu di diberitahu pada dunia masa depan, bahwa di tengah musim dingin, saat apapun tiada kecuali harapan dan kebaikan– bahwa kota dan negara, cemas akan bahaya bersama, akhirnya bersatu untuk menghadapinya.”
Dalam menghadapi musuh bersama, dalam masa kesukaran kita ini, mari kita ingat kata-kata emas itu, Dengan harapan dan kebajikan, mari kita hadapi bersama sekali lagi sungai beku ini, dan bertahan dari badai apapun yang akan tiba. Biar dikatakan oleh cucu-cucu kita bahwa kita telah diuji dan kita menolak untuk menghentikan perjalanan ini, bahwa kita tidak mundur dan mata kita terpaku ke ufuk fajar dan dengan berkat Tuhan, kita meneruskan anugerah kebebasan dan mengantarkannya dengan selamat bagi generasi masa depan.

Gaji Guru PAUD Cuma Rp100 Ribu

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Mau tahu berapa gaji seorang guru PAUD? Pendidik yang mengantar seorang anak bisa masuk sekolah dasar ini ternyata cuma bergaji Rp100 ribu per orang per bulan.

Kini, kata Direktur Pendidikan Nonformal Departemen Pendidikan Nasional Dr. Harlindung, jumlah guru pendidikan anak usia dini (PAUD) se-Indonesia 35 ribu orang. Namun, pada 2009 ditargetkan 50 ribu orang.

“Sekarang kami masih bahas dengan Komisi X DPR. Pembahasan ini agak alot karena krisis ekonomi global sangat berpengaruh terhadap perekonomian kita,” kata Harlindung pada pendidikan dan pelatihan PAUD di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Lampung, Selasa (28-10). Acara dihadiri sekitar seratus tenaga pendidik PAUD se-Lampung.

Menurut Harlindung, kini pihaknya sedang merancang format data base guru honor untuk membuat nomor unik tenaga pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK) pendidik nonformal. Dengan begitu, ke depan, tenaga pendidikan PAUD nonformal memiliki peluang diangkat menjadi PNS.

Ketua Himpaudi Bandar Lampung, Nurpuri Eddy Sutrisno yang juga ketua panitia dalam acara itu meminta Depdiknas tegas menetapkan aturan tentang insentif guru honor. Sebab, di lapangan banyak ditemukan tenaga pendidik PNS yang mengelola PAUD juga mendapatkan insentif Rp100 ribu per bulan.

“Mereka memang pengelola, tapi kan sudah PNS, seharusnya itu sudah menjadi tugas mereka. Sudah ada gaji, tunjangan, masih dapat insentif, ini kan tidak adil,” kata dia. Sementara itu, para guru honorer PAUD hanya bernar-benar mengandalkan insentif Rp100 ribu per bulan, tanpa tunjangan lain. Kondisi ini menyebabkan ketimpangan sosial di lingkungan PAUD dan menimbulkan kecemburuan sosial.

“Kalau untuk guru honorer, ya untuk guru honorer saja,” kata dia. Sebagian besar tenaga pendidik anak usia dini adalah lulusan SMA dan sederajat. Pendidikan PAUD nonformal tidak dituntut memiliki kualifikasi sarjana, hal yang disayaratkan kepada pendidik adalah menyayangi anak-anak dan kreatif.

Anak Miskin Lebih Baik

Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Provinsi Lampung Zoelfikar Zoebir mengatakan anak-anak yang dididik di PAUD sebagian besar dari keluarga miskin. Sehingga, pendanaan dan biaya operasional PAUD tidak dibebankan kepada masyarakat. Tenaga pendidik PAUD hanya mengandalkan insentif Rp100 ribu/bulan dari APBN.

“Tidak usah muluk-muluk dahululah menetapkan standar minimal sarjana bagi pendidik PAUD. Kami butuh orang yang mau, ada yang mau saja kami sudah bersyukur,” kata Zoelfikar.

Menurut dia, karakteristik anak dari keluarga miskin cenderung lebih baik dari kalangan menengah-atas, di antaranya lebih mandiri, berani, dan tingkat keingintahuannya tinggi.

Untuk menjadi tenaga pendidik PAUD harus menyayangi anak-anak dan memiliki sikap kreatif. Guru yang selama ini menerapkan sistem pembelajaran teacher centre diharapkan mengubah gaya mengajarnya menjadi student centre. Kreatif menciptakan berbagai permainan, lagu, dan alat peraga dari barang bekas.

“Pendidikan harus menjadi menyenangkan bagi anak-anak, dengan perasaan senang, pelajaran akan mudah diserap,” kata dia. n RIN/S-1

KPUD Beber Caleg Bermasalah

KALIANDA – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lamsel mulai menetapkan para calon anggota legislatif (caleg) yang akan masuk dalam daftar calon tetap (DCT) sebagai caleg dalam pemilihan umum 2009 mendatang. Sampai saat ini, KPUD belum mau membeberkan secara rinci nama para caleg yang dipastikan tercoret karena tidak memenuhi kriteria dan persyaratan yang telah ditetapkan sampai dengan batas akhir pengumuman DCT pada 31 Oktober.

Ketua KPUD Lamsel, Dwi Riyanto, S.E., saat ditemui menjelaskan selama masa uji publik yang ditetapkan dalam Daftar Calon Sementara (DCS), KPUD Lamsel telah banyak menerima masukan dari berbagai kalangan masyarakat terkait caleg yang akan menjadi peserta pemilu 2009 mendatang.

Pada masa itu KPU telah melakukan verifikasi dan menemukan 2 caleg diduga menggunakan ijazah bermasalah yaitu dari Partai Demokrat dan PDI Perjuangan dalam pendaftarannya.

Untuk itu, kita telah mencoret nama mereka dan bagi yang menggunakan ijazah palsu Strata Satu (S1), KPUD Lamsel memberikan kesempatan bagi dia untuk mengganti ijazahnya tersebut dengan Ijazah SLTA. Mengenai nama-nama mereka tidak bisa dibeberkan karena dinilai tidak etis, kilah Dwi.

Sedangkan caleg yang bersatus sebagai PNS terdapat 3 orang yaitu dari Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) dan PDI Perjuangan. Dari tiga partai ini kita masih menunggu keterangan pengunduran diri mereka dari PNS sebelum DCT dikeluarkan, beberanya.

Sementara, Sekretaris Pokja Rekrutmen KPUD Lamsel, Asep Rujaeni menambahkan, selain caleg yang masih berstatus PNS dan ijazah bermasalah. KPUD juga telah memverifikasi dan mengkalirifikasikan langsung pengaduan terkait caleg yang diduga terlibat tindak pidana yaitu dari Golkar dan PNBK Indonesia.

KPUD masih menunggu surat keterangan resmi penetapan perkara yang telah dituduhkan tersebut kepada para caleg, jelasnya.

Sedangkan 2 caleg lainya yaitu dari Partai Kedaulatan dan Partai Bulan Bintang (PBB) dipastikan akan dicoret karena hingga klarifikasi yang dilakukan KPUD, 2 caleg tersebut tidak melengkapi kekurangan berkas mereka. Kita telah konfirmasi kepada para caleg yang bersangkutan dan Liaison Officer (LO) parpol mengenai kekurangan berkas yang dikirim namun hingga kini tidak diberikan, tutupnya. (Beny Candra )

Kapolda Janji Tindak Tegas Polisi Pungli

KALIANDA – Kapolda Lampung menekankan kepada seluruh jajarannya untuk menghapuskan pungutan liar (pungli) yang ada dalam tubuh polri sesuai amanat Kapolri beberapa waktu lalu. Hal itu diungkapkan Kapolda Lampung Drs. Ferial Manaf, S.H., M.M., saat kunjungan kerja (kunker) dan memberikan pengarahan kepada jajaran kepolisian di Polres Lamsel, Senin (27/10).

Seluruh anggota polisi dijajaran Polda Lampung sesuai dengan fungsinya masing-masing untuk melakukan upaya-upaya pembenahan dan penertiban terhadap sentra-sentra yang mudah terjadinya pelanggaran, kata Ferial Manaf, kemarin.

Kapolda memberikan batas waktu hingga 3 bulan kedepan untuk menunjukkan hasil kinerja jajaran Polres Lamsel tentang pelaksanaan menghapuskan polisi pungli. Bagi anggota polisi yang terbukti melakukan pelanggaran pungli, kapolda menyatakan akan siap memberikan sanksi kepada yang bersangkutan.

Kami memberikan batas waktu hingga 3 bulan kedepan untuk membuktikan kinerja seluruh anggota polisi yang ada di Polda Lampung. Kepada yang terbukti melakukan pelanggaran akan kami tindak tegas dengan memberikan sanksi, ungkap Ferial tampa menyebutkan sanksi apa yang akan diberikan kepada anggotanya yang melakukan pungli.

Ferial Manaf juga mengatakan, dalam melakukan pembenahan di tubuh Polri terkait polisi pungli, pihaknya juga menggelar operasi bersih dan membentuk tim yang melibatkan masyarakat dengan cara membentuk pengaduan masyarakat. Kami akan menggelar operasi bersih dan membentuk pengaduan masyarakat serta membentuk tim operasi bersih. Apabila terdapat pelanggaran akan diambil tindakan tegas, kata Ferial yang mengatakan pungli bisa dilakukan pada saat melakukan perekrutan anggota baru dan melakukan sweeping di jalanan.

Dalam kunjungan kerja Kapolda Lampung di Mapolres Lamsel juga meminta kepada jajarannya untuk waspada dan meningkatkan deteksi dini untuk mengindari Lampung sebagai daerah pelarian para teroris. Lampung merupakan wilayah yang sangat rawan tempat para teroris melarikan diri. Untuk itu, Lamsel yang memiliki tempat penyeberangan harus secara dini waspada dan mendeteksi dini guna menghindari Lampung sebagai tempat pelarian bagi kaum teroris, kata Ferial.

Terkait tindak kriminalitas yang terjadi di Lamsel, Kapolda meminta kepada jajaran Polres Lamsel untuk menindak tegas para pelaku. Kapolda mentargetkan 15 persen dari jumlah kriminalitas seperti curas, surat dan curanmor untuk diungkap. Untuk menekan tindak kriminalitas di Lamsel jajaran Polres Lamsel melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat melalui Polisi Masyarakat (Polmas), pungkasnya. (Nyoman)



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.