Lamsel Pilot Project Penanganan KDRT

KALIANDA – Upaya penanggulangan terhadap tindak kekerasan terhadap perempuan diLampung Selatan nampaknya membuahkan hasilnya. Buktinya Kabupaten peraih Adipura ini ditunjuk dalam 3 besar pilot project penanganan tindak kekerasan di Indonesia dengan Pontianak dan Indramayu, Jawa Barat.
Terpilihya Lamsel sebagai pilot project bukan tanpa alasan, sebab pola penanganan tindak KDRT di daerah ini telah tersusun secara sistematis hingga kecamatan yang dikenal dengan Pos pelayanan terpadu tindak kekerasan perempuan dan anak (P2TP2). Bukan hanya itu, sarana hingga mobilitas dan perangkat pendukung penanganannya telah terpenuhi. Seperti kendaraan operasional, rumah shelter.
Kepala Bagian Pemberdayaan Perempuan Lamsel, Dra. Yurita, MM menuturkan untuk melakukan membangun kesadaran pentingnya masyarakat terhadap eksistensi bahaya tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pemkab Lamsel akan melakukan sosialisasi taktis dengan cara beber simulasi berbagai tindak kekerasan. “Pola ini dianggap paling praktis untuk menggugah kesadaran masyarakat larangan tindak kekerasan dalam rumah tangga,”katanya.
Ia memaparkan pola simulasi merupakan cara paling efektif untuk menekan tindak kekerasan yang terjadi di Lampung Selatan. Karena dengan menampilkan peragaan langsung masyarakat akan lebih mudah memahami bahaya akan tindak kekerasan yang dilakukan. Sehingga mereka mengurangi perbuatannya.
“Setidaknya dengan adanya pola simulasi yang diterapkan bisa lebih membantu kesadaran masyarakat akan bahaya KDRT terutama bagi masyarakat yang mengeyam pendidikan rendah. Pola ini akan dapat mudah mereka pahami,”urainya.
Bahkan dari aplikasi penanganan yang telah dilakukan, pemerintah telah memberikan modul penanganan KDRT untuk disosialisasikan.”Dari beber sosialisasi, tim penanganan tindak KDRT dari kementrian Pemberdayaan Perempuan akan langsung akan melihat langsung peragaan dan simulasi penanganan KDRT di Lamsel,”tandasnya.
Sosialisasi beber simulasi telah dilakukan di 5 kecamatan di Lampung Selatan yaitu Kalianda, Sidomulyo, Penengahan, Ketapang, dan Bakauheni dari 17 kecamatan yang akan dilakukan.”5 kecamatan ini merupakan daerah yang memiliki rawan tindak KDRT yang cukup tinggi. Untuk itu segera di sosialisasikan mellui perangkat P2TP2 yang ada di Kecamatan masing-masing,”tandasnya.(*)

0 Responses to “Lamsel Pilot Project Penanganan KDRT”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: