Oknum Kepsek Diduga Selewengkan DAK

NATAR – Kepala sekolah SDN 6 Merakbatin, Kecamatan Natar, Lamsel, Neti Herawati diduga melakukan penyelewengan dana alokasi khusus (DAK) senilai lebih dari Rp300 juta yang digulirkan untuk sekolah tersebut.

Dugaan ini diperkuat keterangan sejumlah warga dan guru sekolah tersebut yang sempat ditemui kemarin. Bahkan permasalahan ini juga telah sampai pada anggota DPRD Kabupaten Lamsel, saat reses beberapa waktu lalu.

Menurut keterangan sejumlah tenaga pengajar yang namanya enggan dikorankan itu, penyelewengan yang dilakukan Neti tampak dari pembangunan rumah kediamannya tidak lama setelah dana DAK yang sedianya diperuntukan bagi pendanaan rehab sekolah, pengadaan mebeler dan buku-buku sekolah turun.

?Tidak lama setelah DAK turun, Ibu Neti mulai membangun kediamannya. Padahal kami tahu benar bahwa gaji Ibu Neti telah habis untuk menutupi hutang bank, sedangkan suaminya tidak memiliki pekerjaan tetap,? kata mereka.

Kesaksian warga sekitar sekolah juga menguatkan dugaan ini. Menurut warga, setiap pagi orang suruhan Neti kerap mengambil semen dari sekolah untuk dipakai membangun rumah Neti yang letaknya tidak berapa jauh dari sekolah. Untuk menutupi aksinya, Neti sengaja mengganti semen tersebut dengan semen karungan yang jelas harga dan kualitasnya jauh dibawah semen kemasan tersebut.

?Pembangunan sekolah tersebut semuanya diborong langsung oleh Bu Neti, kami sama sekali tidak tahu berapa dan untuk apa saja dana tersebut,? tambahnya.

Ditambahkan, selain penggunaan semen, penyelewengan lain yang tampak jelas adalah penggunaan besi dibawah standar dan pemakaian kayu kap tetap menggunakan kayu lama dan tidak diganti dengan yang baru.

Saat disinggung mengenai pengadaan mebeler yang sedianya didanai oleh DAK tersebut, para guru tersebut juga mengaku tidak tahu banyak.

?Kami juga hingga saat ini tidak mengetahui soal pengadaan mebeler,? tegas mereka.

Selain DAK, Neti juga disinyalir menyelewengkan dana BOS yang diperuntukan bagi 374 siswa yang ada di sekolah tersebut. Sejak dirinya menjabat sekitar tahun 2006 lalu, para guru dan komite sekolah tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan dana tersebut.

?Kami juga tidak tahu menahu dengan dana BOS, sebab dalam pengelolaannya kami tidak perbah dilibatkan, sedangkan komite sekolah sejak kepemimpinan Bu Neti sudah tidak lagi aktif,? terangnya.

Diakui mereka, insentif para guru honor yang sedianya dibayar melalui dan BOS juga kerap terlambat. Saat ditanyakan, Neti beralasan dana tersebut belum dicairkan, padahal para guru tahu benar bahwa dana tersebut telah cair.

Selama ini para guru dan warga sekitar hanya dapat diam menyaksikan semua ulah Neti, karena mereka takut masalah melebar.

Sayangnya hingga saat ini Neti belum bias dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui ponselnya, seorang wanita yang mengangkat dan mengatakan bahwa Neti sedang tidak berada di rumah.

Demikian juga dengan Ketua Komisi A Hidarsel YAD, S.E., seorang anggota dewan dari Dapil Natar juga belum bisa dihubungi. Namun Bejo Susanto, seorang anggota DPRD dari Dapil Natar lainnya yang berhasil dihubungi membenarkan hal tersebut.

?Memang kami telah mengetahui masalah tersebut dari hasil reses kami Selasa (14/10) lalu. Masalah ini akan kami teruskan pada Komisi C dan D sebagai komisi terkait,? singkatnya. (T. Wijaya)

0 Responses to “Oknum Kepsek Diduga Selewengkan DAK”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: