Kepsek Bantah Dugaan Penyelewengan DAK

NATAR – Kepala sekolah SDN 6 Merakbatin, Kecamatan Natar, Lamsel, Netty Herawati membantah dugaan penyelewengan dana DAK senilai Rp300 juta seperti yang dituduhkan warga dan staf pengajar di sekolah tersebut.

Menurut Netty, dirinya telah semaksimal mungkin menggunakan dana tersebut sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) yang dikeluarkan dinas pendidikan setempat.

“Saat ini kami baru menerima dana termin pertama senilai Rp92.223.200 yang digunakan untuk pelaksanaan rehab fisik gedung sekolah yang hingga kini terus dikerjakan sesuai degan petunjuk yang ada. Jadi bagaimana mungkin kami dikatakan menyelewengkan dana tersebut,” kata Netty saat berhasil dikonfirmasi dikediamannya, kemarin.

Terkait dugaan dana DAK yang digunakan untuk membiayai pembangunan rumahnya, ditambahkannya, semua itu juga tidak benar.

Menurutnya, dana pembangunan rumah tersebut menggunakan uang pinjaman bank. “Saya membangun rumah ini dari nol dengan menggunakan pinjaman bank, coba saja cek ke bendahara kalau tidak percaya,” tegasnya.

Terkait tuduhan pengelolaan pembangunan rehab sekolah yang diborong dirinya, Netty menyatakan pengerjaan pembangunan rehab gedung sekolah pada SDN 6 Merakbatin tersebut dilakukan bersama-sama dengan komite sekolah yang melibatkan warga setempat.

Untuk material juga digunakan sesuai standar teknis yang telah ditentukan. Seperti besi yang digunakan adalah besi ukuran 6, 8 hingga 10 mm, sedangkan masalah kayu kap gedung pihaknya juga telah mengganti kayu yang dianggap rusak dengan kayu gelam yang termasuk dalam kategori kayu kelas II, sedangkan kayu yang masih baik tetap dipergunakan.

“Bagaimana kami dikatakan menyelewengkan dana DAK jika pelaksanaan pembangunan saja masih terus berjalan. Kami juga memberi laporan bulanan kepada dinas setiap bulan, tentunya jika memang ada penyelewengan pasti akan segera ketahuan,” tandasnya.

Mengenai dana bantuan operasional sekolah BOS, ditegaskannya, dana BOS tersebut digunakan sesuai dengan petunjuk dari bimbingan teknis (bimtek) dan RAPBS. “Guru honor dibayar tepat pada saat pencairan dana BOS yang diterima pada saat pencairan uang tersebut,” terangnya.

Untuk diketahui, sebelumnya diberitakan Netty diduga menyelewengkan dana DAK senilai Rp307 juta yang diperuntukkan bagi pembangunan/rehab 3 lokal, 1 ruang kantor dan 1 WC. Dana tersebut juga diperuntukkan untuk pengadaan buku-buku penunjang, alat peraga dan mebeler sekolah. Dalam pencairannya, dana DAK disalurkan dalam empat termin, masing-masing sebesar 30% dan terakhir 10% sebagai dana pemeliharaan.

Diakui Netty, pihaknya selalu membicarakan semua masalah apapun menyangkut kepentingan sekolah dengan staf pengajar dan komite sekolah, termasuk masalah dana BOS dan DAK.

“Mungkin saat dibicarakan guru tersebut sedang tidak berada ditempat. Biasalah mas, ini dari sekian banyak orang tentunya ada saja pihak-pihak yang merasa kurang puas dengan kebijakan saya sehingga masalah ini akhirnya mencuat,” keluhnya. (T. Wijaya)

0 Responses to “Kepsek Bantah Dugaan Penyelewengan DAK”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: